Desa Nagrog merupakan salah satu desa terbaik di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung yang diikutsertakan pada lomba desa/evaluasi perkembangan desa tingkat Jawa Barat 2018, Rabu (18/7/2018).
Desa Nagrog mendapat penilaian langsung dari Tim Penilai Klarifikasi Lapangan Lomba Desa Tingkat Provinsi Jabar. Kedatangan Ketua Tim Penilai Drs. M.A. Afriandi M.T, langsung disambut Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Ir. H. Sofian Nataprawira, M.P., didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bandung Drs. H. Tata Irawan, Camat Cicalengka H. Entang Kurnia S.E., M.Si, dan pihak lainnya.
Pada evaluasi perkembangan desa tersebut, Kepala Desa Nagrog Gun Gun Suganda turut melaksanakan ekspos terkait potensi desa, selain struktur perangkat desa.
Gun Gun menjelaskan tentang potensi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dengan modal awal pada 2008 sebesar Rp 175 juta, kini asetnya sudah mencapai sebesar Rp 1,9 miliar
"Pada 2017, dari hasil Bumdes tersebut sudah berhasil membangun bangunan sarana Bumdes, selain melaksanakan simpan pinjaman. Bumdes kedepannya merencanakan kredit motor untuk mengurangi pengangguran. Anggota Bumdes tiap tahunnya terus mengalami penambahan. Aset Bumdes setiap tahunnya terus meningkat. Dari hasil Bumdes turut digunakan untuk memperbaiki rumah tidak layak huni," papar Gun Gun.
Aparat desa pun mengerahkan warga untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami sayur mayur. Selain itu mendorong warga untuk membuat lubang biopori, selain melaksanakan penanaman tanaman keras.
"Warga yang menikah pun disarankan untuk menanam pohon," ungkapnya.
Pemerintah Desa Nagrog menjalin kemitraan dengan para pengusaha dalam upaya pengolahan limbah. Dengan harapan bisa meningkatkan pendapatan asli daerah.
"Kita juga kerjasama melaksanakan rekrutmen tenaga kerja untuk mengurangi pengangguran," katanya.
Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Ir. H. Sofian Nataprawira, M.P., mengatakan, adanya penilai klarifikasi lapangan lomba desa tingkat Jabar ini sebuah kebahagiaan tersendiri.
"Bahwasannya Desa Nagrog mendapat amanah untuk diklarifikasi," kata Sofian.
Menurutnya, perlombaan desa pada hakekatnya merupakan evaluasi penilaian perkembangan penyelenggaraan pemerintah, kewilayahan dan kemasyarakatan.
"Melalui perlombaan desa ini diharapkan dapat memacu bagi pemerintah desa untuk selalu melakukan berbagai inovasi dalam pelaksanaan pembangunan yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," harapnya.
Ketua Tim Penilaian Lomba Desa Tingkat Provinsi Jabar Drs. M.A. Afriandi M.T, mengatakan, klarifikasi lapangan lomba desa ini merupakan salah satu tahapan yang berkaitan dengan evaluasi perkembangan desa untuk mengukur tingkat perkembangan desa dan kelurahan di setiap kabupaten dan kota di Jabar.
Di Jabar itu mencapai 5.374 desa, dan di antaranya 60 persen masuk kategori desa berkembang, sedangkan 40 persennya masuk desa maju, mandiri dan tidak berkembang.
"Pemerintah Provinsi Jabar melaksanakan berbagai program desa. Dengan harapan desa yang kurang berkembang menjadi berkembang. Yang sudah berkembang lebih berkembang lagi," katanya.
Afriandi pun mengapresiasi terhadap Desa Nagrog di Kabupaten Bandung yang lolos ke Provinsi Jabar untuk mengikuti lomba desa. Hal itu setelah melewati tahapan pertama lomba desa tingkat Kabupaten Bandung.
"Tahapan kedua ini melaksanakan klarifikasi lapangan, mulai dari klarifikasi semua data dan administrasi. Klarifikasi lapangan harus kami lakukan dan penting serta lebih utama. Hal ini untuk mengukur dan menilai bagaimana kepala desa memahami permasalahan di desa, dan solusi apa dari permasalahan? Selain itu aspek administrasi desa dan lainnya," ungkapnya.
SUMBER : Galamedia online